Apakah Pengucilan Diri Dari Judi Online Cukup Efektif?

Apakah Pengucilan Diri Dari Judi Online Cukup Efektif?

Jika pemain ingin istirahat sejenak dari dunia judi online, ada satu alternatif yang bisa diambil. Program ini disebut  pengucilan diri. Dengan adanya program ini, banyak pihak berharap tingkat kecanduan dapat turun secara signifikan. Promosi yang cukup gencar juga menjadi salah satu senjata terkuat untuk menyebarluaskan program ini. Apakah benar program ini bermanfaat?

Data Akurat

Hingga saat ini, belum ada pilihan lain yang dirasa lebih efektif untuk mengurangi tingkat kecanduan pemain taruhan online. Namun demikian, banyak pihak merasa bahwa program ini tidak seefektif yang dikabarkan. Oleh karena itu, para pemerhati ini mencoba mengumpulkan bukti akurat. Data ini mencakup jumlah pengguna program dan jumlah pemain yang melanggar program tersebut.

Program ini pertama dimulai tahun 2014. Sampai dengan awal tahun 2015, penggunanya mencapai 179.142 orang. Tahun berikutnya, terjadi peningkatan yang cukup besar. Sebanyak 500.000 orang lebih mengikuti program ini. Di tahun 2017, jumlah pengguna mencapai angka satu juta orang.

Jika saja semua pengguna ini tidak melakukan pelanggaran, maka ada sekitar satu juta orang yang sudah terbantu dengan masalah kecanduannya. Sayangnya, jumlah pemain yang tetap bandel dan mengakses akunnya juga bertambah.

Pada awal tahun 2015, sudah ada sekitar 12.000 kasus pelanggaran yang tercatat. Tahun berikutnya, jumlah pelanggaran meningkat tiga kali lipat. Hingga akhir 2017, tercatat ada 86.800 orang pemain yang tetap nekat memainkan akun mereka. Dengan adanya kebocoran ini, dapat disimpulkan bahwa program pengucilan diri bukan solusi tuntas untuk para pecandu taruhan.

Solusi Komprehensif

Jika ternyata program ini tidak bisa menyelesaikan kecanduan judi online yang merambah di kalangan pemain, apakah pengucilan diri benar benar tidak efektif? Untuk dapat menjawab pertanyaan ini, para pemerhati melihat bahwa solusi yang ditawarkan belum komprehensif.

Ada tiga faktor yang mempengaruhi kecanduan pemain. Pertama, kemauan pemain untuk terus bertaruh meskipun sudah tak memiliki deposit. Sebenarnya, program pengucilan diri sudah memberikan hal terbaik untuk membatasi aktivitas individual.

Kedua, alat yang digunakan oleh pemain. Selama pemain memiliki akses untuk alat, maka sulit baginya untuk berhenti. Jika ingin benar benar rehat, maka pemain disarankan untuk memasang aplikasi tambahan untuk memblokir situs apapun yang berhubungan dengan taruhan.

Ketiga, sumber dana yang tersedia. Beberapa pemain memiliki kecenderungan untuk berhenti bermain ketika sudah tak memiliki uang lagi. Namun demikian, si pemain akan kembali ke meja taruhan jika uang sudah tersedia lagi. Cara mengatasi masalah ini adalah memblokir akun bank si pemain.

Masalah kecanduan terjadi tidak hanya karena satu faktor saja. Data sudah menunjukkan bahwa ada peningkatan jumlah pemain judi online yang mengambil program pengucilan diri.  Lalu mengapa pemain tetap gagal menjalankan programnya? Jawabannya sederhana: karena kecanduan bertaruh butuh solusi komprehensif. Jangan membatasi orangnya saja.